sebelumnya saya mau menceritakan sedikit pengalaman yang masih anget-angetnya di hidup saya. semua berawal dari hoby saya berkebun. memang, tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk membuat saya tidak kebagian cukup ruang untuk teman-teman kecil saya. namun, bagaimanapun keadaan itu tak kan mampu menyurutkan minat saya merawat mereka. hiikshiiiks... suatu sore saat saya sedang merapikan tanaman saya ada cowok ITU. menyebalkan sekali. dia seenak-enaknya duduk di teras rumah tanpa ada rasa bersalah. dia main musik dan menyanyi. uumhp.. nyebelin. dia nyanyi-nyanyi dengan menyebut-nyebut nama saya. gag tau apa maksutnya, saya pun tak menghiraukan. tapi sikapnya itu loo yang bikin kesel. bi8kin ilfil. cewek kayak aku beda ma cewek jaman nenek ku lah. aku gak suka dipuji-puji. apalagi dengan nyanyi-nyanyi lagu kek gitu. lebay. menjijikkan. lalu dia sengaja menyandarkan gitarnya pada taneman yang sudah susah-susah ku hias. aku marah. ku usir dia. pisau masih di tangan. tak peduli sekampung dengar yang penting hatiku lega. pergi juga dia. awas aja kalau berani gnggu-gnggu aku lagi, ku bacok juga dia nanti. kejam memang. kata orang tua, kalau kita tidak suka sama seorang yang suka kita sebaiknya jangan terlalu diperlihatkan. tapi kalu dia mengganggu kenyamanan kita apa salahnya kalu kita berkata dan bertindak demikian? lagi pula kalau kita manis-manisin padahal sebenarnya itu racun kasihan juga kan dia akan terus berharap. kapan dia nyadarnya kalau kita gak ada rasa ma dia? kita terus dong yang kerepotan nantinya? mending gini kan? kecewa di awal lebih baik dari pada menyesal nanti-nanti. tapi kenapa orang jaman dulu mikirnya sampek ke situ sehh?? heran aku.
0 komentar:
Posting Komentar