Mengenai Saya

Foto saya
selamat datang di Dunia thY .. dunia para ceue yang lagi pngen tahu tntang banyak hal yang gag cuman bisa diungkap.in dengan kata "SESUATU" . nikmati aja sensasi -Nya . hahahaaaaaaaaaaaaa

Pengikut

Senin, 01 Februari 2010

sutradara vs plagiat

Dalam dunia bisnis dan perdagangan, kita sering mendengar istilah KEPUASAN PELANGGAN. Begitu juga dalam dunia entertain, seharusnya istilah tersebut diperjuangkan, tidak hanya dijadikan sebuah motto atau sekedar tujuan semata. Namun, pada kenyataanya, para sutradara hanya mementingkan istilah BISNIS-nya.. semua demi uang, demi keuntungan tanpa melirik sedikitpun harapan-harapan para penikmat jasa mereka. Mungkin jika penonton tayangan sinetron-sinetron atau film-film mereka adalah anak kecil atau orang-orang yang kurang pendidikan dan pengetahuan mengenai unsur estetika dan keindahan seni nilai yang mereka peroleh adalah B.. Bagusssh….

Tidak demikian dengan orang-orang yang tidak hanya sekedar mengenal dunia seni, nilai yang diperoleh para sutradara itu mungkin hanya atau bahkanbenar-benar mengecewakan memang, banyak film-film dan sinetron-sinetron yang inti ceritanya diambil dari film luar dengan sedikit mengubah nama tokoh dan settingnya. Banyak juga yang mengambil dari kisah nyata seseorang yang dibumbui dengan masalah-masalah kompleks yang sangat berlebihan. Memalukan sekali.

Memang, sutradra manapun mempunyai hak penuh untuk mengubah isi naskah secara keseluruhan sekalipun. Namun, seharusnya mereka juga mempertimbangkan tingkat kepuasan penonton dengan memperhatikan unsur estetika karyanya. Seenak-enaknya membuat film atau sinetron sesuai dengan tren, seakan-akan mereka tidak punya inspirasi sendiri. Selain itu, banyak juga yang mengambil inti cerita dari novel-novel yang menjadi best seller. Namun, sekali lagi yang amat disayangkan adalah kualitas cerita yang difilmkan sama sekali tidak mewakili alur cerita dalam novel nya. Berlebihankah jika kita menyebut mereka Plagiat ?? tak hanya itu, Bintang-bintang yang hanya mahir dalam bidang penampilan tanpa kemampuan mengekpresikan tokoh yang diperankanya pun turut mengotori dunia seni Negara kita yang katanya kaya akan unsur seni.

0 komentar: