Mengenai Saya

Foto saya
selamat datang di Dunia thY .. dunia para ceue yang lagi pngen tahu tntang banyak hal yang gag cuman bisa diungkap.in dengan kata "SESUATU" . nikmati aja sensasi -Nya . hahahaaaaaaaaaaaaa

Pengikut

Senin, 22 Februari 2010

perbedaan caraa pikir wanita tempo doeloe ma ckarang

sebelumnya saya mau menceritakan sedikit pengalaman yang masih anget-angetnya di hidup saya. semua berawal dari hoby saya berkebun. memang, tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk membuat saya tidak kebagian cukup ruang untuk teman-teman kecil saya. namun, bagaimanapun keadaan itu tak kan mampu menyurutkan minat saya merawat mereka. hiikshiiiks... suatu sore saat saya sedang merapikan tanaman saya ada cowok ITU. menyebalkan sekali. dia seenak-enaknya duduk di teras rumah tanpa ada rasa bersalah. dia main musik dan menyanyi. uumhp.. nyebelin. dia nyanyi-nyanyi dengan menyebut-nyebut nama saya. gag tau apa maksutnya, saya pun tak menghiraukan. tapi sikapnya itu loo yang bikin kesel. bi8kin ilfil. cewek kayak aku beda ma cewek jaman nenek ku lah. aku gak suka dipuji-puji. apalagi dengan nyanyi-nyanyi lagu kek gitu. lebay. menjijikkan. lalu dia sengaja menyandarkan gitarnya pada taneman yang sudah susah-susah ku hias. aku marah. ku usir dia. pisau masih di tangan. tak peduli sekampung dengar yang penting hatiku lega. pergi juga dia. awas aja kalau berani gnggu-gnggu aku lagi, ku bacok juga dia nanti. kejam memang. kata orang tua, kalau kita tidak suka sama seorang yang suka kita sebaiknya jangan terlalu diperlihatkan. tapi kalu dia mengganggu kenyamanan kita apa salahnya kalu kita berkata dan bertindak demikian? lagi pula kalau kita manis-manisin padahal sebenarnya itu racun kasihan juga kan dia akan terus berharap. kapan dia nyadarnya kalau kita gak ada rasa ma dia? kita terus dong yang kerepotan nantinya? mending gini kan? kecewa di awal lebih baik dari pada menyesal nanti-nanti. tapi kenapa orang jaman dulu mikirnya sampek ke situ sehh?? heran aku.

Senin, 01 Februari 2010

sutradara vs plagiat

Dalam dunia bisnis dan perdagangan, kita sering mendengar istilah KEPUASAN PELANGGAN. Begitu juga dalam dunia entertain, seharusnya istilah tersebut diperjuangkan, tidak hanya dijadikan sebuah motto atau sekedar tujuan semata. Namun, pada kenyataanya, para sutradara hanya mementingkan istilah BISNIS-nya.. semua demi uang, demi keuntungan tanpa melirik sedikitpun harapan-harapan para penikmat jasa mereka. Mungkin jika penonton tayangan sinetron-sinetron atau film-film mereka adalah anak kecil atau orang-orang yang kurang pendidikan dan pengetahuan mengenai unsur estetika dan keindahan seni nilai yang mereka peroleh adalah B.. Bagusssh….

Tidak demikian dengan orang-orang yang tidak hanya sekedar mengenal dunia seni, nilai yang diperoleh para sutradara itu mungkin hanya atau bahkanbenar-benar mengecewakan memang, banyak film-film dan sinetron-sinetron yang inti ceritanya diambil dari film luar dengan sedikit mengubah nama tokoh dan settingnya. Banyak juga yang mengambil dari kisah nyata seseorang yang dibumbui dengan masalah-masalah kompleks yang sangat berlebihan. Memalukan sekali.

Memang, sutradra manapun mempunyai hak penuh untuk mengubah isi naskah secara keseluruhan sekalipun. Namun, seharusnya mereka juga mempertimbangkan tingkat kepuasan penonton dengan memperhatikan unsur estetika karyanya. Seenak-enaknya membuat film atau sinetron sesuai dengan tren, seakan-akan mereka tidak punya inspirasi sendiri. Selain itu, banyak juga yang mengambil inti cerita dari novel-novel yang menjadi best seller. Namun, sekali lagi yang amat disayangkan adalah kualitas cerita yang difilmkan sama sekali tidak mewakili alur cerita dalam novel nya. Berlebihankah jika kita menyebut mereka Plagiat ?? tak hanya itu, Bintang-bintang yang hanya mahir dalam bidang penampilan tanpa kemampuan mengekpresikan tokoh yang diperankanya pun turut mengotori dunia seni Negara kita yang katanya kaya akan unsur seni.